Akhir, penutup

Dalam uraiannya, Plato membagi dunia ke dalam dua bentuk. Satu adalah dunia dengan segala idealnya dan abadi, yang bisa diakses melalui pikiran pribadi, tempat di mana semua sesuai dan tidak pernah berganti. Sementara yang kedua adalah dunia materi, yang bisa diakses melalui daya-persepsi, sebuah dunia yang begitu berwarna namun terkadang tidak selalu sesuai dan tidak bertahan lama, semua bergantung pada kesementaraan.

Salah satu dunia itu ada dalam pikiranku, yang denganmu di dalamnya bersama, dengan rencana dan angan yang telah kubangun di sana. Sementara dunia yang lain adalah dunia yang ini, dunia yang pada hari ini memperlihatkanku pada pilihanmu untuk bersama, dengan yang lain.

Baik aku dan mungkin Plato tidak memihak salah satu di antara kedua dunia itu. Mungkin Plato dengan alasannya sendiri, sementara bagiku, dua dunia itu telah lama saling bertumpu satu sama lain. Dua dunia yang seisinya telah menjadi salah satu motor penggerak kehidupanku bertahun-tahun, menjadikan aku manusia yang selalu ingin berjuang di antara sesamanya. Setidaknya sampai hari ini.

Di ujung penutup kisah ini, satu dunia itu telah kututup rapat, kubiarkan semuanya tetap dan tidak berubah. Sementara dunia yang lain, akan tetap kubiarkan bergerak, walau tidak lagi berpadu. Bila pada saatnya lelah, akan kubuka kembali dunia yang lain, melihat segala keindahannya di sana sampai hari memanggil esok, bahwa pernah ada seseorang yang pernah membuatku bertahan dan berjuang seperti saat itu, lantas menutupnya kembali.

Untukmu yang di sana, terima kasih. Semoga hari-harimu mendatang indah dan menawan, seperti satu senyummu yang tetap seperti itu.

Yogyakarta, 22 Februari 2021.

Iklan

Dinding Opini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s